Makna Wisata Premium

Apa itu Wisata Premium ?

Beberapa dari kita mungkin masih memahami wisata premium dari sisi harga dan fasilitas yang tersedia atau ditawarkan, walau itu ada benarnya namun tidak selamanya kedua hal tersebut dapat mempresentasikan makna dari wisata premium karena pada dasarnya wisata premium lebih kepada kualitas liburan yang sesuai dengan preferensi kita dalam melakukan liburan atau wisata.

Untuk dapat memahami makna 'premium' maka kita dapat melihat dari waktu dimana kita ingin membeli sebuah barang, katakanlah barang tersebut dompet kulit dimana pada sebuah toko ditawarkan dompet kulit sapi. Beberapa dari kita akan mencari dompet yang sesuai dengan pilihan mereka seperti dompet kulit kerbau yang kualitas nya lebih baik.

Dompet kulit kerbau tentunya selain memiliki kualitas lebih baik juga akan dipatok dengan harga yang lebih mahal dari dompet kulit sapi, namun demikian karena ini adalah pilihan dari individu yang menginginkan dompet kulit kerbau yang lebih baik kualitasnya, maka individu tersebut akan rela mengeluarkan uang lebih.

Kasus terbalik terjadi pada saat kita dihadapin 2 pilihan kamar hotel dimana ada kamar hotel dengan ukuran luas lebih kecil dan ukuran lebih besar akan tetapi memiliki fasilitas yang sama yaitu fasilitas wifi.

Beberapa orang pasti akan lebih memilih kamar dengan ukuran kecil dengan harga yang lebih murah dan mungkin akan berkata 'untuk apa membayar lebih mahal untuk kamar yang lebih besar tapi sama-sama memiliki fasilitas wifi dengan kamar yang lebih kecil dan lebih murah ?'.

Dari 2 cerita diatas tersebut dapat digambarkan 2 hal yaitu mengenai pilihan dan 'price sensitve' dimana pada cerita pertama, orang memiliki pilihan dengan kualitas yang lebih daripada yang biasa, dan untuk cerita yang kedua orang akan memilih karena harga dengan mempertimbangkan preferensi nya.

Penerapan Premium pada Wisata

Penerapan kata premium pada wisata yang merupakan layanan tidaklah sama dengan penerapan pada barang karena layanan tidak ada bentuknya seperti pada barang sehingga kualitas pada layanan hanya bisa terlihat pada tingkat kepuasan kita sendiri selama berlibur.

Kualitas liburan atau wisata yang kita inginkan hanya dapat dicapai apabila apa yang kita inginkan dalam sebuah liburan dapat kita alami.

Wisata Premium pada dasarnya juga sebagai sesuatu yang 'price sensitive' dimana orang masih bisa memilih dari segi kualitas, berbeda dengan Wisata Mewah yang tidak memiliki pilihan karena segala sesuatu nya tergantung pada keinginan pembeli/wisatawan.

Apabila kita dihadapin pilihan diantara naik kapal speedboat atau kapal motor dengan interior cabin super lengkap maka calon wisatawan akan terpecah menjadi 2 grup dimana ada yang memilih speeboat dengan pertimbangan waktu dan kenyamanan dan yang satu adalah memilih kapal motor biasa karena harga yang lebih rendah namun tetap memberikan kenyamanan.

Target wisatawan dalam segmen wisata premium akan berbeda dengan segmen di wisata mewah atau eksklusif sekalipun karena masih adanya pilihan tadi dan target wisatawan bukanlah pada kelompok Very and Ultra High Net-Worth Individuals (VHNWI and UHNWI) yang dapat menghabiskan sekitar U$ 50,000 hingga U$ 100,000 untuk sekali berlibur (<i>sumber : 2013 World Wealth Report dimana mereka mungkin akan memilih charter kapal pinisi yang dapat dipatok dengan harga hingga U$ 18,000 per malam.

Wisatawan dalam segmen wisata premium mungkin berada di antara perbatasan tengah bagian atas dengan atas bagian bawah segmen wisatawan dalam hal menghabiskan uang untuk berliburnya.

Penerapan kata 'premium' dalam wisata terletak pada peningkatan kualitas yang diinginkan oleh wisatawan pasti nya sehingga apabila kualitas yang diinginkan oleh wisatawan pada segmen ini tersedia di destinasi wisata, maka wisatawan yang sangat price-sensitive ini akan memilih layanan berdasarkan keinginan atau preferensi mereka.

Sehingga memang dapat dikatakan bahwa untuk menggaet wisatawan dalam segmen ini, segala layanan dan fasilitas di sebuah destinasi sudah menyediakan pilihan-pilihan dengan berkualitas lebih dari yang standar.

Kata kunci dari wisata premium atau mungkin juga pada wisata mewah hampir sama yaitu layanan berdasarkan pilihan dan preferensi wisatawan jadi bukan selamanya berpatokan dengan harga atau infrastuktur seperti hotel berkelas, bandara dan lainya. '<i>Luxury in holiday is in the Experience.

Pada wisata premium, satu wisatawan akan terpisah dengan kelompok wisatawan lainnya berdasarkan kualitas dan pada wisata mewah satu wisatawan akan terpisah dari semua kelompok karena tidak memiliki pilihan yang diberikan kepada pihak tour operator dimana segala sesuatunya harus sesuai dengan preferensi si wisatawan, tidak kurang satu apapun juga.

Destinasi wisata yang sudah dapat dikatakan menyediakan wisata premium adalah Bali dimana sudah memberikan pilihan banyak terutama dari segi kualitas pelayanan serta dukungan dari '<i> branding </i>' wisata dari Bali sebagai destinasi wisata yang sudah kuat. Destinasi lainnya yang menurut kami sudah menawarkan wisata premium adalah Labuan Bajo dimana pilihan kapal sebagai transportasi menuju ke Komodo memiliki kualitas lebih dari yang standar dimana dapat memberikan sensasi berlayar tersendiri bagi para wisatawan.

Wisatawan dalam segmen premium mungkin masih melihat harga namun pada segmen mewah tidak, namun keduanya memang menyajikan layanan yang lebih dari standar karena wisatawan dalam segmen ini menginginkan liburan yang bernilai lebih tinggi bukan yang mahal.

Mewah dalam wisata bukan berarti mahal karena tidak melihat dari 'price tag' nya tapi pada pengalaman yang didapat selama berlibur.